Friday, 16 July 2010

Berbicara masalah sastra tidak ada habisnya karena sastra berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Sastra atau kesusastraan ialah hasil karya manusia yang mempergunakan bahasa sebagai alat pencurahannya, baik lisan maupun tulisan, yang dapat menimbulkan rasa indah (estetis) serta dapat menggetarkan tali jiwa pembaca atau pendengarnya. Hasil karya sastra manusia dapat bernilai sastra apabila terdapat kesepadanan bentuk dan isi, bentuk bahasa yang baik dan indah susunannya, serta isinya dapat menimbulkan rasa keharuan dan kekaguman. Sumber karya sastra adalah kenyataan yang hidup di alam dan masyarakat. Peristiwa-peristiwa yang terjadi diangkat dan dimanifestasikan kembali dalam bentuk imajinasi, penafsiran, dan penilaian sehingga menjadi hasil karya yang agung dan mengagumkan pembacanya. Pada umumnya, sifat sastra banyak dipengaruhi oleh sifat masyarakat pada zamannya. Sifat masyarakat lama memengaruhi kesusastraan lama; demikian pula sifat masyarakat baru turut memengaruhi kesusastraan baru. Sifat-sifat kesusastraan lama adalah sebagai berikut.

a. Istana sentris (cerita mengenai keluarga istana).
b. Statis (perubahannya sangat lambat).
c. Bentuk karangan terikat pada bentuk yang sudah ada, seperti pantun dan syair.
d. Anonim (nama pengarang tidak disebutkan).
e. Ciptaannya bersifat menghibur dan mendidik.

Sifat-sifat kesusastraan baru adalah sebagai berikut.

a. Masyarakat sentries.
b. Dinamis (berubah sesuai dengan perkembangan zaman).
c. Terlepas dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh orang lain dan memperlihatkan kepribadian pengarang.
d. Setiap karangan disebutkan nama pengarangnya.
Reactions:

0 comments: