Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Wednesday, 23 March 2011

Indra Penciuman "Hidung"

Makanan dan minuman yang beracun, busuk atau tidak dikenal, menghasilkan bau tajam dan rasa aneh, yang merupakan peringatan untuk tidak memakan atau meminumnya. Penciuman juga merupakan sistem peringatan dini untuk udara yang tercemar, asap, dan bahayabahaya lain. Penciuman mendeteksi bau dedaunan, bumbu-bumbu, dan minyak wangi, pengecap menangkap rasa sedap makanan yang enak. Indra penciuman adalah hidung.
Bagian hidung


a. Bagian dalam hidung
Pada atap rongga hidung terdapat suatu daerah berambut yang ukurannya sedikit lebih besar daripada sebuah prangko. Daerah ini disebut epitel olfaktorius yang terdiri atas ribuan sel-sel yang dikhususkan untuk mendeteksi berbagai bau. Lebih kurang ada 6 sampai 30 jenis sensor di permukaan sel-sel tersebut. Pada saat molekul bau dari udara mendarat pada sel-sel tersebut, maka menghasilkan impuls saraf (rangsangan saraf). Impuls ini berjalan ke bulbus olfaktorius (bulbus = bentuk lampu) di mana mereka akan dipilih-pilih menurut jenisnya dan diproses, kemudian dikirim melalui saraf penciuman (saraf olfaktorius) ke otak.


b. Sensor-sensor penciuman
Di bawah mikroskop elektron, epitel olfaktorius terlihat sebagai massa rambut dan saraf atau benang. Rambut-rambut ini disebut silia, dan mereka menyebar dari tonjolan-tonjolan sitoplasma sel-sel reseptor penciuman (sel-sel penerima bau). Silia memiliki paku-paku kecil yang dianggap merupakan titik interaksi antara bahan-bahan yang berbau dan sel saraf reseptor.

Monday, 21 March 2011

Indra Pendengaran " telinga"

Setelah penglihatan, pendengaran adalah indra yang memberi otak informasi-informasi utama tentang dunia luar.
Indra pendengaran adalah telinga.
Bagian telinga
Telinga terdiri atas 3 bagian utama, yaitu:
a. Bagian luar terdiri atas daun telinga dan saluran pendengaran.
b. Bagian tengah terdiri atas selaput gendang dan 3 tulang kecil, yaitu tulang-tulang osikula (malleus, inkus, dan stapes).
c. Bagian dalam terdiri atas koklea berbentuk rumah siput, saluran setengah lingkaran, dan rongga-rongga lain yang berisi cairan.


Saluran-saluran (tuba) dan rongga di telinga dalam menempati suatu tempat berbentuk kandang di dalam ketebalan tulang temporal tengkorak. Tempat in disebut "Osseus" atau labirin oleh Gabriele Fallopius. Ia juga memberi nama koklea dari kata latin untuk rumah siput. Labirin berisi cairan yang disebut perilimfe. Cairan ini mengelilingi satu set selaput yang disebut selaput labirin yang berada di dalam labirin, mengikuti bentuknya.
Di dalam labirin yang berselaput ada cairan lain, yaitu endolimfe. Osikula telinga
Tulang-tulang osikula telinga yang terentang di telinga tengah merupakan tulang tulang terkecil di dalam tubuh manusia.
Ada 3 jenis, yaitu:
a. Tulang palu (tulang malleus)
Menempel pada mereka adalah 2 otot yang terkecil dalam tubuh manusia, yaitu
otot tensor timpani dan otot stapedius. Jika suara yang sangat keras mencapai gendang telinga, otot-otot tersebut berkontraksi.
Mereka meredam atau mengurangi gerakan gendang telinga dan gerakan mereka sendiri untuk mencegah getarangetaran yang terlalu kuat merusak telinga dalam yang halus.
b. Tulang pelana (tulang inkus)
c. Tulang sanggurdi (stapes)

Friday, 18 March 2011

Indra Peraba

Indra peraba berupa kulit. Pada orang dewasa, mantel kulit hidup ini beratnya lebih kurang 5 kg dan memiliki luas sebesar 2 m2. Lapisan permukaannya yang keras yaitu epidermis, terus menerus mengganti dirinya agar selalu terjadi proses perbaikan karena perusakan dan menjauhkan air, debu, kuman, dan sinar-sinar yang berbahaya seperti ultraviolet dari matahari.


Permukaan kulit adalah mati. Terdiri atas sel-sel mati yang datar dan saling berkait, terisi oleh keratin, yaitu protein yang keras. Sel-sel dihasilkan oleh pembelahan yang terus-menerus pada dasar lapisan teratas kulit, yaitu epidermis.
Dermis jauh lebih tebal dan berisi berbagai sensor yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, yaitu bertanggung jawab untuk perubahan yang merupakan kombinasi dari penekanan ringan, penekanan berat, panas, dingin dan sakit.

Dermis merupakan tempat beradanya 3 juta gulungan-gulungan kecil kelenjar keringat dan folikel atau gelembung rambut dalam jumlah yang
lebih kurang sama, yang merupakan sumber tumbuhnya rambut.

Wednesday, 16 March 2011

Indra Penglihatan

Indra penglihatan, yaitu mata. Mata merupakan indra utama. Dua pertiga dari perhatian otak diambil oleh apa yang dilihat oleh mata dan dua pertiga dari informasi-informasi yang disimpan di otak berasal dari penglihatan seperti gambar, kata-kata, dan lain bentuk penglihatan.


Bagian mata :

a. Bagian luar mata

Dinding bola mata terdiri atas 3 lapis:
1) Bagian terluar berupa sklera yang pucat dan keras, dan dapat terlihat
dari depan sebagai bagian putih mata.
2) Bagian tengah berupa koroid yang gelap dan lunak serta kaya akan
pembuluh-pembuluh darah.
3) Bagian terdalam berupa retina yang mendeteksi sinar. Retina sebagai jaringan tipis dengan daerah kerja yang tidak lebih besar dari pada kuku ibu jari, mendeteksi secara rinci pemandangan yang penuh warna dari dunia yang dilihat manusia.

b. Bagian dalam mata

Kornea yang jernih di bagian depan mata ditutupi oleh suatu lapisan yang sangat tipis, yaitu konjungtiva. Di belakang kornea adalah iris, suatu cincin otot-otot berwarna yang mengelilingi lubang yang ada di tengahtengahnya, yaitu pupil. Cincin ini secara otomatis melebar dengan adanya cahaya terang untuk mengecilkan ukuran pupil, melindungi retina mata yang lembut dari sinar yang terlalu banyak, yang berpotensial merusak retina.

Pembentukan bayangan

Sinar-sinar cahaya dari objek bersinar melalui konjungtiva dan difokuskan sebagian oleh kornea. Cahaya-cahaya ini melewati pupil dan difokuskan lebih lanjut oleh lensa, melewati cairan vitreus dan membentuk suatu bayangan pada retina. Karena kerja lensa, gambaran yang terbentuk menjadi terbalik, dan otak "memutarnya" kembali. Otot-otot siliaris mengatur bentuk lensa, membuatnya lebih cembung untuk menfokus objek-objek yang dekat pada retina.

Friday, 11 March 2011

Kelenjar Tiroid atau Kelenjar Gondok

Hormon yang dihasilkan:
  • Tiroksin
  • Triodotironin
  • Kalsitonin
Fungsi:
  • Mempengaruhi metabolisme sel, proses produksi panas, oksidasi di sel-sel tubuh, kecuali sel otak dan sel limfa.
  • Mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan deferensiasi jaringan tubuh.
  • Berpengaruh dalam mengubah tirosin.
Jika kelebihan hormon: menyebabkan morbus Basedowi, yaitu meningkatnya metabolisme, meningkatnya denyut jantung, gugup, emosional, pelupuk mata terbuka lebar, dan bola mata melotot (eksoftalmus). Bila terjadi pada anak-anak menyebabkan gigantisme. Jika kekurangan hormon pertumbuhan terhenti. Bila terjadi pada anak-anak menyebabkan kretinisme.
Bila terjadi pada orang dewasa akan terjadi mixoedem, yakni kegemukan (obesitas) yang luar biasa serta kecerdasan menurun.

Tuesday, 8 March 2011

Kelenjar Hipofisis

Menghasilkan hormon-hormon, yaitu:
a. Pada lobi anterior (Lobi depan):

1) Hormon somatotrof (STH atau growth hormone).
Fungsi: menstimulasi pertumbuhan tubuh.
Jika kelebihan hormon: menyebabkan gigantisme (pertumbuhan raksasa), menyebabkan akromegali (pertumbuhan pada ujung-ujung tulang pipa). Jika kekurangan hormon ini menyebabkan kretinisme (kekerdilan).

2) Luteotropic Hormone (LTH) atau prolaktin atau hormon laktogen.
Fungsi: merangsang kelenjar susu untuk mensekresikan susu.

3) Thyroid Stimulating Hormone (TSH) atau hormon treotrop.
Fungsi: merangsang sekresi kelenjar tiroid.

4) Adrenocorticotropic Hormone (ACTH) atau hormon adrenotropin.
Fungsi: merangsang dan mengendalikan sekresi kelenjar korteks adrenal.

5) Gonadotropic atau hormon kelenjar kelamin
a) Folikel Stimulating Hormone (FSH), terdapat pada wanita dan pria. Fungsi: pada wanita merangsang pertumbuhan folikel dalam indung telur atau ovarium, pada pria untuk mempengaruhi proses spermatogenesis.

b) Luteinizing Hormone (LH) atau Interstitial Cell Stimulating Hormone(ICSH).
Fungsi: pada wanita untuk merangsang ovulasi atau pemasakan sel telur, pada pria untuk merangsang sel interstitial leydig di dalam testis agar menghasilkan testosteron.

Pada lobi intermedia (lobi tengah)
Pada manusia bagian ini rudimenter, pada katak bagian ini menghasilkan hormon Melanosit Stimulating Hormone (MSH) atau intermedin. Hormon ini berperan dalam mengatur perubahan warna kulit, yaitu dengan mengatur penyebaran pigmen melanin pada selsel melanofora kulit.

c. Pada lobi posterior (lobi belakang)
1) Vasopresin untuk mempengaruhi tekanan darah
2) Petresin
3) Oksitosin untuk membantu proses kelahiran

Monday, 7 March 2011

Sel Saraf

Unit dasar sistem saraf, yaitu sel saraf atau neuron. Tubuh utama neuron sama dengan sel-sel yang lain. Sel ini juga mempunyai ujung-ujung cabang yang halus yang disebut dendrit, dan satu bagian yang lebih panjang, seperti kawat, disebut akson. Sinyal-sinyal listrik saraf diterima dari neuron-neuron yang lain melalui celah sempit yang disebut sinapsis, menuju ke dendrit. Sinyal-sinyal berjalan sepanjang selaput sel menuju akson.
Selanjutnya, membentuk sinapsis dengan neuron-neuron lain sepanjang sistem saraf.

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  1. Neuron sensorik (neuron aferen = Dendritnya berhubungan dengan reseptor dan neuritnya berhubungan dengan dendrit neuron lain. Fungsinya untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke pusat susunan saraf.
  2. Neuron motorik (neuron efektor) = Dendritnya berhubungan dengan neurit neuron lain dan neuritnya berhubungan dengan efektor atau alat tubuh pemberi tanggapan terhadap suatu rangsangan. Fungsinya untuk menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf ke efektor.
  3. Neuron asosiasi = Penghubung antara neuron motorik dan sensorik.

Berdasarkan tempatnya, neuron asosiasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
  1. Neuron konektor = Merupakan penghubung antara neuron yang satu dan neuron yang lain.
  2. Neuron ajustor = Merupakan penghubung antara neuron sensorik dan neuron motorik yang terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang.

Sunday, 6 March 2011

Kelenjar Endokrin

Endokrin merupakan nama atau istilah sebuah kelenjar. Kelenjar endokrin (kelenjar buntu) adalah kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus yang menghasilkan hormon.
Hormon berasal dari kata hormaein yang berarti memacu atau menggiatkan.
Hormon berfungsi untuk mengatur homeostasis, memacu pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku.
Berdasarkan aktivitasnya, kelenjar buntu dibedakan menjadi:
  1. Kelenjar yang bekerja sepanjang hayat, misal hormon yang memegang peranan dalam metabolisme.
  2. Kelenjar yang bekerja mulai masa tertentu, misal hormon kelamin.
  3. Kelenjar yang bekerja sampai masa tertentu saja, misal hormon pertumbuhan, hormon timus.
Berdasarkan aspek macam dan letaknya, kelenjar buntu dibedakan menjadi:
  1. Kelenjar hipofisis, terletak di dasar otak besar.
  2. Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok, terletak di daerah leher.

Saturday, 5 March 2011

Kelainan atau Penyakit pada Sistem Regulasi Manusia

Kelainan atau penyakit pada sistem regulasi meliputi saraf, endokrin dan pengindraan.

Kelainan penyakit antara lain:
  1. Radang dingin, yaitu aliran darah tidak sampai pada bagian tubuh yang terserang sehingga bagian tubuh itu dapat mati.
  2. Epilepsi, yaitu suatu keadaan, bukan suatu penyakit, serangan muncul jika otak, atau bagian dari otak tiba-tiba berhenti bekerja sebagaimana mestinya selama beberapa saat.
  3. Nyeri, yaitu perasaan tidak enak yang mengisyaratkan kepada kita tentang adanya cedera pada tubuh kita.
  4. Eksem, yaitu sejenis gangguan pada kulit, bagian kulit yang terkena eksem akan melepuh, kering dan pecah-pecah dan timbul benjolanbenjolan kecil.

Wednesday, 19 May 2010

Kromosom

Chromosome is a large macromolecular structure that contains DNA that carry genetic information in cells. DNA wrapped in one or more chromosomes.

A chromosome (in Greek chroma = color and soma = body) is a sheaf of DNA is very long and sustained, that there are many genes and regulatory elements of other nucleotide sequences.

In eukaryotic chromosomes, DNA is not condensed in a quasi-order structures in the nucleus, where it wrapped histones (a structural protein, Figure 1), and where this composite material called chromatin. During the mitotic (cell division), chromosome condensation and metaphase chromosomes called. This causes each chromosome can be observed by optical microscope.

Each chromosome has two arms, a short called p arms (from the French petit, meaning small) and the long arm q arms (q follows p in the alphabet).

Prokaryotes do not have histones or nuclei. In a relaxed state, the DNA accessible to transcription, regulation, and replication.

Chromosome was first observed by Karl Wilhelm von Nägeli in 1842, and characteristics are described in detail by Walther Flemming in 1882. In 1910, Thomas Hunt Morgan proved that chromosomes are gene carriers.

More Info Klik <disini>

Mutasi

Mutations are changes in genetic material (DNA or RNA), both at the level of gene sequence (known as point mutations) or at the chromosome level. Mutations at the level of chromosomal aberrations are usually called. Mutations in genes can lead to the emergence of new alleles and the basis for supporting the evolution of the emergence of new variations on the species.
Mutations occur at low frequency in nature, are usually lower than individual 1:10.000. Changes in natural plant substances can occur due to mutations (mutagens, including carcinogens), solar radiation or radioactive, and electrical energy such as lightning leap.
Which shows changes in the nature of the individual (phenotype) due to the mutation is called a mutant. In genetic studies, mutants were normal compared with individuals who did not change the nature of (individual wild type or "wild type").

More Info Klik <disini>

Bioteknologi

Biotechnology is a branch of science that studies the use of living things (bacteria, fungi, viruses, etc.) or products of living things (enzymes, alcohol) in the production process to produce goods and services. Today, the development of biotechnology is not only based on biology alone, but also on the applied sciences and other pure, such as biochemistry, computers, molecular biology, microbiology, genetics, chemistry, mathematics, and others. In other words, biotechnology is an applied science that combines various branch of science in the process of producing goods and services.
Biotechnology is simply known by humans since thousands of years ago. For example, in the field of food technology is the manufacture of beer, bread, or cheese that has been known since the 19th century, plant breeding to produce new varieties in agriculture, as well as animal breeding and reproduction. In the medical field, the application biotechnology in the past proven by the discovery of vaccines, antibiotics, and insulin, although still in limited amounts due to fermentation process is not perfect. Significant changes occurred after the discovery by Louis Pasteur bioreactor. With this tool, the production of antibiotics and vaccines can be done in bulk. 

At this time, biotechnology is growing very rapidly, especially in developed countries. Progress is marked by the discovery of a variety of technologies such as genetic engineering, tissue culture, recombinant DNA, stem cell proliferation, cloning, and others. This technology allows us to obtain a cure genetic diseases or chronic, not curable, such as cancer or AIDS. Research in the field of stem cell development also allows the patient stroke or other diseases that cause loss or damage to body tissues can be recovered as in the past. In the field of food, using the technology of genetic engineering, tissue culture and recombinant DNA, can be produced by plants in the nature and superior product because it contains more nutrients than ordinary crops, and also more resistant to pests and environmental stresses. The application of biotechnology in this period can also be found on the preservation of the environment from pollution . For example, the decomposition of crude oil spilled into the sea by the bacteria, and decomposition of substances that are toxic (poison) in the river or sea by using new types of bacteria.

Progress in the field of biotechnology was not free from controversy surrounding the development of technology. For example, cloning technology and genetic engineering of food crops come under fire from various groups. 

Biotechnology generally means to improve the quality of an organism through the application of technology. Application of these technologies can modify the biological function of an organism by adding genes from other organisms or to engineer genes in the organism.

Changes in biological properties through genetic engineering caused the "birth of a new organism" product of biotechnology with nature - nature is beneficial to humans. Biotechnology products, among others,

* Maize resistant insect pests
    
* Cotton insect pest resistant
    
* Papaya resistant virus
    
* Enzyme boosters milk production in cows
    
* Rice contains vitamin A
    
* Bananas contain hepatitis

More Info Klik <disini>

Sunday, 27 September 2009

Human Genome Project

Genom adalah semua informasi genetic yang terdapat pada satu individu atau satu spesies. Didasasri oleh keinginan untuk mmengetahui kelainan genetic yang menyebabkan penyakit, maka munculah ide untik mengetahui semua rangkaian genom manusia yang dituangkan dalam Human Genom Project (HGP). HGP merupakan proyek yang dikordinasikan oleh Departemen of energy and the national institutes of health amerika serikat.

Negara yang terlibat dalam proyek ini antara lain Inggris, Jepang, jerman, perancis, dan cina. HGP dimulai pada tahun 1990 dan selesai pada tahun 2003.

Hasil dari itu diketahui urutan 3 milyar pasang basa di sepanjang kromosom manusia. Selanutnya dalam pemetaan den kromosom dapat dilakukan dengan cepat. Para peneliti hanya perlu mengetahui sepotong urutan basa pada gen yang ingin di ketahui, kemudian akan menentukan dimana letak gen tersebut dalam kromosom manusia.

Ilmuan berharap dengan pemetaan kromosom manusia selain membantu menemukan gen muatan untuk kelainan pada manusia juga mengembangkan obat untuk menyembuhkan kelainan itu. Selain itu juga dapat untuk menentukan gen yang sesuai untuk terapi gen dan memperbaiki fenotif. Beberapa penyakit yang terletak pada lokus kromosom manusia nomor 17 antara lain leukemia, kanker payudara, kanker ovarium, kekurangan hormoan pertumbuhan, katarak dan Alzheimer.

Ada beberapa masalah yang berakitan dengan etika falam pemanfaatan pengetahuan tntang genom manusia. Penting bagi setiap orang untuk memperoleh pengetahuan dan pendidikan tentang genom manusia karena pada akhirnya masyarkatlah yanga akan menentukan apakah sutu tindakan baoleh di lakukan atau tidak.

Saturday, 22 August 2009

Tanaman Padi


Padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban manusia. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar.

Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

Hasil dari pengolahan padi dinamakan beras.

[sunting] Ciri-ciri umum

Padi tengah diambil dari persemaian untuk ditanam di sawah.Padi termasuk dalam suku padi-padian atau Poaceae (sinonim: Graminae atau Glumiflorae).

Terna semusim, berakar serabut; batang sangat pendek, struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang; daun sempurna dengan pelepah tegak, daun berbentuk lanset, warna hijau muda hingga hijau tua, berurat daun sejajar, tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang; bunga tersusun majemuk, tipe malai bercabang, satuan bunga disebut floret, yang terletak pada satu spikelet yang duduk pada panikula; buah tipe bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya, bentuk hampir bulat hingga lonjong, ukuran 3 mm hingga 15 mm, tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam, struktur dominan adalah endospermium yang dimakan orang.


[sunting] Penyebaran dan adaptasi
Asal-usul padi budidaya diperkirakan berasal dari daerah lembah Sungai Gangga dan Sungai Brahmaputra dan dari lembah Sungai Yangtse. Di Afrika, padi Oryza glaberrima ditanam di daerah Afrika barat tropika.

Padi pada saat ini tersebar luas di seluruh dunia dan tumbuh di hampir semua bagian dunia yang memiliki cukup air dan suhu udara cukup hangat. Padi menyukai tanah yang lembab dan becek. Sejumlah ahli menduga, padi merupakan hasil evolusi dari tanaman moyang yang hidup di rawa. Pendapat ini berdasar pada adanya tipe padi yang hidup di rawa-rawa (dapat ditemukan di sejumlah tempat di Pulau Kalimantan), kebutuhan padi yang tinggi akan air pada sebagian tahap kehidupannya, dan adanya pembuluh khusus di bagian akar padi yang berfungsi mengalirkan udara (oksigen) ke bagian akar.


[sunting] Reproduksi
Setiap bunga padi memiliki enam kepala sari (anther) dan kepala putik (stigma) bercabang dua berbentuk sikat botol. Kedua organ seksual ini umumnya siap reproduksi dalam waktu yang bersamaan. Kepala sari kadang-kadang keluar dari palea dan lemma jika telah masak.

Dari segi reproduksi, padi merupakan tanaman berpenyerbukan sendiri, karena 95% atau lebih serbuk sari membuahi sel telur tanaman yang sama.

Setelah pembuahan terjadi, zigot dan inti polar yang telah dibuahi segera membelah diri. Zigot berkembang membentuk embrio dan inti polar menjadi endospermia. Pada akhir perkembangan, sebagian besar bulir padi mengadung pati di bagian endospermia. Bagi tanaman muda, pati berfungsi sebagai cadangan makanan. Bagi manusia, pati dimanfaatkan sebagai sumber gizi.


Genetika, dan perbaikan varietas
Satu set genom padi terdiri dari 12 kromosom. Karena padi adalah tanaman diploid, maka setiap sel padi memiliki 12 pasang kromosom (kecuali sel seksual).

Padi merupakan organisme model dalam kajian genetika tumbuhan karena dua alasan: kepentingannya bagi umat manusia dan ukuran kromosom yang relatif kecil, yaitu 1.6~2.3 × 108 pasangan basa (base pairs, bp) (Sumber: situs Gramene.org). Sebagai tanaman model, genom padi telah disekuensing, seperti juga genom manusia. Hasil sekuensing genom padi dapat dilihat di situs NCBI.

Pemuliaan padi telah berlangsung sejak manusia membudidayakan padi. Dari hasil tindakan ini orang mengenal berbagai macam ras lokal padi, seperti rajalele dari Klaten atau cianjur pandanwangi dari Cianjur. Orang juga berhasil mengembangkan padi lahan kering (padi gogo) yang tidak memerlukan penggenangan atau padi rawa, yang mampu beradaptasi terhadap kedalaman air rawa yang berubah-ubah. Di negara lain dikembangkan pula berbagai tipe padi (lihat bagian Keanekaragaman padi).

Namun demikian, pemuliaan padi secara sistematis baru dilakukan sejak didirikannya IRRI di Filipina. Sejak saat itu, berbagai macam tipe padi dengan kualitas berbeda-beda berhasil dikembangkan secara terencana untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Padaa tahun 1960-an pemuliaan padi diarahkan sepenuhnya pada peningkatan hasil. Hasilnya adalah padi 'IR5' dan 'IR8' (di Indonesia diadaptasi menjadi 'PB5' dan 'PB8'). Walaupun hasilnya tinggi tetapi banyak petani menolak karena rasanya tidak enak (pera). Selain itu, terjadi wabah hama wereng coklat pada tahun 1970-an. Puluhan ribu persilangan kemudian dilanjutkan untuk menghasilkan kultivar dengan potensi hasil tinggi dan tahan terhadap berbagai hama dan penyakit padi. Pada tahun 1984 Indonesia pernah meraih penghargaan dari PBB (FAO) karena berhasil meningkatkan produksi padi hingga dalam waktu 20 tahun dapat berubah dari pengimpor padi terbesar dunia menjadi negara swasembada beras. Prestasi ini, sayangnya, tidak dapat dilanjutkan. Saat ini Indonesia kembali menjadi pengimpor padi terbesar di dunia.

Hadirnya bioteknologi dan rekayasa genetika pada tahun 1980-an memungkinkan perbaikan kualitas nasi. Sejumlah tim peneliti di Swiss mengembangkan padi transgenik yang mampu memproduksi toksin bagi hama pemakan bulir padi dengan harapan menurunkan penggunaan pestisida. IRRI, bekerja sama dengan beberapa lembaga lain, merakit "padi emas" (golden rice) yang dapat menghasilkan pro-vitamin A pada berasnya, yang diarahkan bagi pengentasan defisiensi vitamin A di berbagai negara berkembang. Suatu tim peneliti dari Jepang juga mengembangkan padi yang menghasilkan toksin bagi bakteri kolera[1]. Diharapkan beras yang dihasilkan padi ini dapat menjadi alternatif imunisasi kolera, terutama di negara-negara berkembang.

Sejak penghujung abad ke-20 dikembangkan padi hibrida, yang memiliki potensi hasil lebih tinggi. Karena biaya pembuatannya tinggi, kultivar jenis ini dijual dengan harga lebih mahal daripada kultivar padi yang dirakit dengan metode lain.

Selain perbaikan potensi hasil, sasaran pemuliaan padi mencakup pula tanaman yang lebih tahan terhadap berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT) dan tekanan (stres) abiotik (seperti kekeringan, salinitas, dan tanah masam). Pemuliaan yang diarahkan pada peningkatan kualitas nasi juga dilakukan, misalnya dengan perakitan kultivar mengandung karoten (provitamin A).

[sunting] Keanekaragaman botani
Terdapat dua spesies padi yang dibudidayakan manusia: Oryza sativa yang berasal dari daerah hulu sungai di kaki Pegunungan Himalaya (India dan Tibet/Tiongkok) dan O. glaberrima yang berasal dari Afrika Barat (hulu Sungai Niger).

Pada awal mulanya O. sativa dianggap terdiri dari dua subspesies, indica dan japonica (sinonim sinica). Padi japonica umumnya berumur panjang, postur tinggi namun mudah rebah, paleanya memiliki "bulu" (Ing. awn), bijinya cenderung panjang. Padi japonica biasanya agak lengket nasinya. Padi indica, sebaliknya, berumur lebih pendek, postur lebih kecil, paleanya tidak ber-"bulu" atau hanya pendek saja, dan biji cenderung oval. Walaupun kedua anggota subspesies ini dapat saling membuahi, persentase keberhasilannya tidak tinggi. Contoh terkenal dari hasil persilangan ini adalah kultivar IR8, yang merupakan hasil seleksi dari persilangan japonica (kultivar 'Deegeowoogen' dari Formosa dengan indica (kultivar 'Peta' dari Indonesia). Selain kedua varietas ini, dikenal pula sekelompok padi yang tergolong varietas minor javanica yang memiliki sifat antara dari kedua varietas utama di atas. Varietas javanica hanya ditemukan di Pulau Jawa. Budidaya padi yang telah berlangsung lama telah menghasilkan berbagai macam jenis padi akibat seleksi dan pemuliaan yang dilakukan orang.

Kajian dengan bantuan teknik biologi molekular sekarang menunjukkan, bahwa selain dua subspesies O. sativa yang utama, indica dan japonica, terdapat pula subspesies minor tetapi bersifat adaptif tempatan, seperti aus (padi gogo dari Bangladesh), royada (padi pasang-surut/rawa dari Bangladesh), ashina (padi pasang-surut dari India), dan aromatic (padi wangi dari Asia Selatan dan Iran, termasuk padi basmati yang terkenal). Pengelompokan ini dilakukan menggunakan penanda RFLP dibantu dengan isozim.[2] Kajian menggunakan penanda genetik SSR di inti sel dan dua lokus di kloroplas menunjukkan bahwa pengelompokan indica dan japonica adalah mantap, tetapi japonica ternyata terbagi menjadi tiga subspesies besar: temperate japonica (dari Cina, Korea, dan Jepang), tropical japonica (dari Nusantara), dan aromatic. Subspesies aus merupakan kelompok yang terpisah.[3]

Berdasarkan bukti-bukti evolusi molekular diperkirakan kelompok besar indica dan japonica terpisah sejak ~440.000 tahun yang lalu dari suatu populasi spesies moyang O. rufipogon.[3] Domestikasi padi terjadi di titik tempat yang berbeda terhadap dua kelompok yang sudah terpisah ini. Berdasarkan bukti arkeologi padi mulai dibudidayakan (didomestikasi) 10.000 hingga 5.000 tahun sebelum masehi.[4]

Keanekaragaman budidaya

Padi gogo
Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan seperti di sawah. Di Lombok dikembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat.


Padi rawa
Padi rawa atau padi pasang surut tumbuh liar atau dibudidayakan di daerah rawa-rawa. Selain di Kalimantan, padi tipe ini ditemukan di lembah Sungai Gangga. Padi rawa mampu membentuk batang yang panjang sehingga dapat mengikuti perubahan kedalaman air yang ekstrem musiman.

Keanekaragaman tipe beras/nasi

Padi pera
Padi pera adalah padi dengan kadar amilosa pada pati lebih dari 20% pada berasnya. Butiran nasinya jika ditanak tidak saling melekat. Lawan dari padi pera adalah padi pulen. Sebagian besar orang Indonesia menyukai nasi jenis ini dan berbagai jenis beras yang dijual di pasar Indonesia tergolong padi pulen. Penggolongan ini terutama dilihat dari konsistensi nasinya.


Ketan
Ketan (sticky rice), baik yang putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu. Padi ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1% pada pati berasnya. Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat.


Padi wangi
Padi wangi atau harum (aromatic rice) dikembangkan orang di beberapa tempat di Asia, yang terkenal adalah ras 'Cianjur Pandanwangi' (sekarang telah menjadi kultivar unggul) dan 'rajalele'. Kedua kultivar ini adalah varietas javanica yang berumur panjang.

Di luar negeri orang mengenal padi biji panjang (long grain), padi biji pendek (short grain), risotto, padi susu umumnya menggunakan metode silsilah. Salah satu tahap terpenting dalam pemuliaan padi adalah dirilisnya kultivar 'IR5' dan 'IR8', yang merupakan padi pertama yang berumur pendek namun berpotensi hasil tinggi. Ini adalah awal revolusi hijau dalam budidaya padi. Berbagai kultivar padi berikutnya umumnya memiliki 'darah' kedua kultivar perintis tadi.


Aspek budidaya
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bercocok tanam padi
Teknik budidaya padi telah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sejumlah sistem budidaya diterapkan untuk padi.

Budidaya padi sawah (Ing. paddy atau paddy field), diduga dimulai dari daerah lembah Sungai Yangtse di Tiongkok.
Budidaya padi lahan kering, dikenal manusia lebih dahulu daripada budidaya padi sawah.
Budidaya padi lahan rawa, dilakukan di beberapa tempat di Pulau Kalimantan.
Budidaya gogo rancah atau disingkat gora, yang merupakan modifikasi dari budidaya lahan kering. Sistem ini sukses diterapkan di Pulau Lombok, yang hanya memiliki musim hujan singkat.
Setiap sistem budidaya memerlukan kultivar yang adaptif untuk masing-masing sistem. Kelompok kultivar padi yang cocok untuk lahan kering dikenal dengan nama padi gogo.

Secara ringkas, bercocok tanam padi mencakup persemaian, pemindahan atau penanaman, pemeliharaan (termasuk pengairan, penyiangan, perlindungan tanaman, serta pemupukan), dan panen. Aspek lain yang penting namun bukan termasuk dalam rangkaian bercocok tanam padi adalah pemilihan kultivar, pemrosesan biji dan penyimpanan biji.

Hama-hama penting
Penggerek batang padi putih ("sundep", Scirpophaga innotata)
Penggerek batang padi kuning ("beluk", S. incertulas)
Wereng batang punggung putih (Sogatella furcifera)
Wereng coklat (Nilaparvata lugens)
Wereng hijau (Nephotettix impicticeps)
Lembing hijau (Nezara viridula)
Walang sangit (Leptocorisa oratorius)
Ganjur (Pachydiplosis oryzae)
Lalat bibit (Arterigona exigua)
Ulat tentara/Ulat grayak (Spodoptera litura dan S. exigua)
Tikus sawah (Rattus argentiventer)
Penyakit-penyakit penting
blas (Pyricularia oryzae, P. grisea)
hawar daun bakteri ("kresek", Xanthomonas oryzae pv. oryzae)

Tanaman jagung



Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari biji), dibuat tepung (dari biji, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.Biologi jagung

Berdasarkan bukti genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan). Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu, lalu teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4000 tahun yang lalu[1]. Kajian filogenetik menunjukkan bahwa jagung (Zea mays ssp. mays) merupakan keturunan langsung dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis). Dalam proses domestikasinya, yang berlangsung paling tidak 7000 tahun oleh penduduk asli setempat, masuk gen-gen dari subspesies lain, terutama Zea mays ssp. mexicana. Istilah teosinte sebenarnya digunakan untuk menggambarkan semua spesies dalam genus Zea, kecuali Zea mays ssp. mays. Proses domestikasi menjadikan jagung merupakan satu-satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam. Hingga kini dikenal 50.000 varietas jagung, baik ras lokal maupun kultivar.

Deskripsi
Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.

Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.


Jagung hibrida di ladang.Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.

Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.

Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.

Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).

Kandungan gizi
Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis tidak mampu memproduksi pati sehingga bijinya terasa lebih manis ketika masih muda.

Kegunaan Air Putih

Kegunaan Air Putih


"Mengapa kita harus banyak mengkonsumsi air putih?", jika itu pertanyaan yang selama ini bermain di benak anda, maka hiruplah nafas dalam-dalam dan berdoalah sebelum anda membaca artikel ini. Jawabnya cukup mengerikan namun anda tak perlu bersembunyi, yang perlu anda lakukan hanyalah mengisi gelas dengan air putih dan minum sebanyak-banyaknya.

Sejak pertama kali mempelajari biologi, anda pasti mengatahui bahwa 80 persen tubuh manusia terdiri dari air. Bahkan ada dua bagian tubuh manusia yang memiliki kadar air di atas 80 persen dimana keduanya memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, yaitu Otak dan Darah. Otak memiliki komponen air sebanyak 90 persen, sementara darah memiliki komponen air 95 persen.

Untuk menjaga kesehatannya, manusia normal wajib mengkonsumsi air putih minimal 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Apakah itu air kesehatan, misalnya air oxy, air oxygen, dll. Intinya air putih. Namun ukuran ini tidak berlaku pada anda yang hobby merokok, sebaliknya anda harus mengkonsumsi air putih lebih dari 2 liter perhari. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh, misalnya air seni, keringat, pernapasan dan sekresi.

Setelah anda mengetahui berapa banyak air yang wajib kita konsumsi perharinya, marilah kita bayangkan apa jadinya bila anda melanggar aturan tersebut atau dalam bahasa sederhananya, anda minum kurang dari 2 liter air putih perhari. Jawabnya yaitu, tubuh akan menyeimbangkan diri.

Tubuh akan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri. Dimulai dari komponen yang paling dekat, darah. Lantaran air dalam darah disedot untuk keperluan tubuh, maka darah akan menjadi kental sehingga perjalanannya ke seluruh tubuh menjadi kurang lancar.

Pada proses ini, ginjal akan sangat menderita. Dalam menjalankan tugasnya menyaring racun dari darah, ia akan mengalami kesulitan saat harus menyaring darah yang kental. Tak jarang darah ini akan menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.

Berbahaya? Tergantung .. tapi yang jelas air seni anda akan berwarna kemerahan, sebagai pertanda mulai bocornya saringan ginjal. Jika anda tetap 'cuek' dan tidak melakukan sesuatu untuk menghentikan kebocoran ini, siapkan saja Rp400.000 rupiah seminggu. Untuk apa? tentu saja untuk cuci darah. Air putih sekarang juga banyak macamnya seperti oxy water, oxygen water, dll

Nah sekarang anda bisa menyimpulkan apakah kebocoran saringan ginjal termasuk hal berbahaya atau tidak, tapi percayalah saya enggan membayangkan memberikan amplop berisi Rp 400.000 pada dokter tiap 7 hari sekali. Jika ditabung selama satu tahun, bayangkan berapa banyak uang yang akan mengisi pundi-pundi anda. Lebih baik air putih (air kesehatan: air oxy). Jika krisis air putih di rumah bisa dibeli di tempat jual air apalagi bisnis air sekarang tengah pesat. Namun harus jeli juga memilihnya. Kita mungkin mulai ketakutan bukan, namun tetaplah fokus dan lanjutkan membaca artikel ini, karena ternyata masih ada yang lebih berbahaya lagi. Masih ingat darah yang mengental karena airnya disedot untuk keperluan tubuh?

Nah saat darah ini mengalir lewat otak, perjalanannya pun juga tak lancarsama halnya saat ia melewati ginjal. Akibatnya otak tidak lagi "encer" .. kebayang kan apa yang dimaksud otak tidak encer? tapi sebelum pikiran anda melayang jauh, kembalilah ke deretan kalimat di bawah ini.

Sel-sel otak adalah organ yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen. Terhalangnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bila anda juga mengidap penyakit jantung, maka sempurnalah penderitaan anda dengan adanya serangan stroke .. hmm kedengarannya seram ya? Oleh sebab itu kita bisa mengkonsumsi air putih, misalnya air kesehatan, air oxygen (oxygen water), dsb.Sekarang segala keputusan ada di tangan anda, mulailah mengkonsumsi 8 gelas air putih perhari atau mempersiapkan diri untuk menjalani penderitaan duniawi.